PRAKTIKUM 1
DEFINE VARIABLE
Membuat Daftar Identitas Mahasiswa
Table 1
No
|
Nama
|
Kelamin
|
Alamat
|
Agama
|
Hobi
|
1
|
Ayudya
|
Wanita
|
Ampenan
|
Islam
|
Nonton
|
2
|
Bambang
|
Pria
|
Mataram
|
Kristen
|
Olahraga
|
3
|
Centong
|
Pria
|
Cakranegara
|
Budha
|
Membaca
|
4
|
Dayu
|
Wanita
|
Cakranegara
|
Hindu
|
Makan
|
5
|
Eman
|
Laki
|
Mataram
|
Islam
|
Makan
|
6
|
Fandi
|
Laki
|
Ampenan
|
Islam
|
Olahraga
|
7
|
Gina
|
Wanita
|
Mataram
|
Kristen
|
Nonton
|
8
|
Hanoto
|
Pria
|
Cakranegara
|
Budha
|
Makan
|
9
|
Indah
|
Wanita
|
Cakranegara
|
Islam
|
Membaca
|
10
|
Jegeg
|
Wanita
|
Mataram
|
Hindu
|
Olahraga
|
1.
Buka program SPSS, klik File New, Data
2.
Untuk membuat variabel
Klik Menu Data, pilih Define Variable dan akan muncul kotak dialog
Define Variable (atau klik tombol kanan pada Kolom var, kemudian pilih Define
Variabel)
Selanjutnya isi setiap kolom dengan data sbb:
Table 2
Variabel Name
|
(X1)
|
(X2)
|
(X3)
|
X4
|
(X6)
|
Label
|
Nama
|
Kelamin
|
Alamat
|
Agama
|
Hobi
|
Value
Label
|
-
|
1=Laki
2=Wanita
|
1=Ampenan
2=Mataram
3=Cakra
|
1=Islam
2=Hindu
3=Kristen
4=Budha
|
1=Membaca
2=Olahraga
3=Makan
4=Nonton
|
Type
|
String
|
Numeric
|
Numeric
|
Numeric
|
Numeric
|
Width
|
25
|
1
|
1
|
1
|
1
|
Decimal
Place
|
-
|
0
|
0
|
0
|
0
|
Selanjutnya ketik datanya sesuai dengan kode labelnya
3. Simpan file ini
dengan nama Latih-1 (file ini akan tersimpan dengan ekstensi .sav)
MEMBUAT LAPORAN DATA
1.
Klik menu Analyze
2.
Klik Report
3.
Klik Case Summary
4.
Masukkan semua Variabel ke Kotak Variabel sebelah
kanan, kemudian klik OK
5.
Jika ingin mengedit laporan, double klik output Case
Summary
MEMBUAT TABEL
1.
Klik menu
Analyze
2.
Klik Descriptive Statistic
3.
Klik Crosstabs
4.
Masukkan variabel X3 (Alamat) ke dalam kotak Row(s)
5.
Masukkan Variabel lainnya ke dalam kotak Column(s)
6.
Klik OK
7.
Simpan file output ini dengan nama Latih1 (file ini
tersimpan dg ekstensi .spo)
COPY OBJECT
File .spo dapat
ditampilkan dalam bentuk file microsoft word dengan meng copy object
1.
Klik tombok kanan mouse pada data yang akan di copy
2.
Klik Copy Objects
3.
Buka program Word
4.
Klik tombol kanan lalu Paste
5.
Simpan dengan nama Latih1 (file ini tersimpan dg
ekstensi .Doc)
6.
Cetak Hasilnya.
PRAKTIKUM 2
PENGOLAHAN DATA (COMPUTE)
Buka program
SPSS, klik File New, Data, kemudian buat data dibawah ini
Nama Perusahaan
(X1)
|
Alamat
Perusahaan
(X2)
|
Fixed
Cost
(X3)
|
Biaya
Variabel
X4
|
Produksi
(X5)
|
Harga
(X6)
|
PT. Abadi
CV.
Berdikari
PT. Sentosa
PT. Harapan
CV.
Dirgahayu
PT.
Bersama
PT. Batur
CV.
Warisan
PT.
Pinjaman
PT.
Anginan
|
Mataram
Cakra
Ampenan
Ampenan
Mataram
Cakra
Cakra
Mataram
Ampenan
Mataram
|
60
60
60
60
60
60
60
60
60
60
|
75
80
75
70
75
80
85
70
75
80
|
500
600
400
450
550
600
500
550
450
500
|
500
500
500
500
500
500
500
500
500
500
|
1.
Simpan file ini dengan nama Latih-2
2.
Klik Transform
3.
Klik Compute
4.
Ketik X7
5.
Klik Label
yang dibawah X7 tersebut kemudian
isi labelnya dengan Total Cost
6.
Klik OK
kemudian klik X3 pindahkan ke
samping kanan dengan panah, klik tanda +
dan klik X4 dan pindahkan ke kanan
7.
Dengan cara yang sama buat X8 untuk Total Revenue
dengan rumus X5*X6
8.
Dengan cara yang sama buat X9 untuk Net Revenue
dengan rumus X8-X7
MENGOLAH DATA DENGAN STATISTIK SEDERHANA
1.
Gunakan file Latih-2
2.
Pilih Analyze
3.
Pilih Descriptive
Statistic
4.
Pilih Frequncies
5.
Tentukan Variabel yang akan di olah dan pindahkan ke
ruas kanan menggunakan panah
6.
Kemudian Klik Statistic
(yang di bawah) dan pilih jenis
statistik yang diinginkan yaitu Mean,
Mode, Median, Sum, Max, Min
7.
Klik Continue
8.
Klik OK
MEMBUAT GRAFIK
1.
Klik Graph
2.
Pilih salah satu bentuk Grafik yang diinginkan umpamanya Grafik BAR
3.
Klik Simple
4.
Klik bulatan yang nomor dua (atau di tengah)
5.
Klik OK
6.
Pindahkan X3,
X4, X5 dan X6 ke kanan
menggunakan panah
7.
Klik OK
8.
Simpan pekerjaan Anda ini dengan nama Latih2
9.
Copy Object ke Program Word
10.
Buat Laporannya
11.
Simpan dengan nama Latih2
12.
Cetak Hasilnya
PRAKTIKUM 3
RECODE
1. Buat file berikut (Latih3)
No
|
Nama
(X1)
|
Quiz (X2)
|
Midterm (X3)
|
Ujian (X4)
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
Adi
Badu
Caca
Didi
Emi
Fauzi
Gumilang
Hadi
Ilham
|
50
60
40
80
30
70
90
55
70
75
|
90
80
60
80
75
55
40
58
25
60
|
80
60
70
50
40
35
85
45
60
70
|
- Hitung Nilai Angka (X5) melalui Compute dengan rumus (X2*0.2)+(X3*0.3)+(X4*0.5)
- Hitung Nilai Huruf dengan menggunakan RECODE sbb:
- Klik Transform
- Klik Recode dan pilih into different variables
- Masukkan variabel X5 ke kotak numeric variables
- Ketik X6 ke kotak Output variabels dan Huruf pada Label, klik Change
- Ketik angka 80 pd kotak throught highest
- Klik kotak Output Variables A Strings (sebelah kanan)
- Ketik A pada kotak Value sebelah kanan (New Value)
- Klik Add
- Dengan Cara yang sama buat:
- Range 70-80 nilai B
- Range 60-70 nilai C
- Range 50-60 nilai D
- Lowest throught 50 nilai E
- Klik continue
- Simpan dengan nama Latih3
- Copy Object ke Program Word
- Buat Laporan Nilainya
- Simpan dengan nama Latih3
- Cetak hasilnya
PRAKTIKUM 4
PENGUJIAN HIPOTESIS
PADA RATA-RATA SEBUAH DISTRIBUSI NORMAL ,
VARIAN TIDAK DIKETAHUI
Kasus :
Seorang pelatih olah raga, ingin
mengetahui apakah dugaannya bahwa rata-rata tinggi atlit yang dilatihnya sebesar 175 cm. Pelatih
tersebut kemudian mengumpulkan data dengan mengukur tinggi badan dari 25 orang atlit dibawah
asuhannya. Data tersebut seperti berikut ini :
NAMA
|
TINGGI (cm)
|
DEVI
|
170.00
|
SEPTIANA
|
165.00
|
ENDANG
|
162.00
|
JELLY
|
167.00
|
RAHAYU
|
150.00
|
AMELIA
|
180.00
|
DEWI
|
168.00
|
KARTIKA
|
170.00
|
ALYA
|
164.00
|
ISWAHYUDI
|
164.00
|
ARIF
|
171.00
|
RAHMAN
|
176.00
|
HAKIM
|
172.00
|
HARIMAN
|
179.00
|
PANCA
|
180.00
|
HANIFA
|
173.00
|
RAJAF
|
168.00
|
LABIBAH
|
159.00
|
HERU
|
181.00
|
VICKY
|
176.00
|
PIPIK
|
177.00
|
AYUK
|
163.00
|
RIFKI
|
154.00
|
RIDWAN
|
171.00
|
MUSLIM
|
172.00
|
Kemudian data tersebut, dimasukan dalamSPSS seperti
langkah berikut ini :
1.
Buat Data diatas dan simpan dengan nama Latih4
2.
Klik Analyze
3.
Klik Compare
means
4.
Klik One sample T-Test,
sehingga keluar tampilan seperti berikut ini :
5.
Klik variabel yang akan diuji ( tinggi) ke kolom Test variabel(s), dan isikan rata-rata
dugaan pada kolom Test Value sebesar
175.,
6.
Klik Options,
jika dikehendaki mengatur interval konfidensi, isi kolom Confidence Interval 95
% dan data missing klik Exclude cases analysis by analysis.
7.
Klik Continue
8.
Klik OK,
sehingga menghasilkan output sebagai berikut:
9.
Simpan dengan nama
Latih4
10. Copy
Object ke Program word
11. OUTPUT DAN ANALISA
Pada
permasalahan tersebut diatas, hipotesa yang diuji adalah sebagai berikut:
Ho
: µ
= 175
H1
: µ # 175
Dari
hasil perhitungan SPSS, berikut ini
Untuk
taraf signifikasi (a) sebesar 5 % maka ta/2,n-1 dari tabel
distribusi t didapat t0,025,24 = 2.064, maka :
-3.578<
2.064 atau dengan kata lain t dihitung lebih kecil dari t table maka, tidak
dapat menolak Ho
atau Ho
“diterima”, artinya bahwa dugaan peneliti cukup beralasan atau signifikan.
12. Simpan dengan nama Latih 4
13. Cetak Output dan Hasil Analisanya
PRAKTIKUM 5
UJI T BERPASANGAN
Kasus
Sebuah pabrik
besi beton “ Raja Besi Beton “ akan menguji kekuatan besi beton hasil
produksinya, dengan melakukan pengujian pada kedua ujungnya. Data diambil
sebanyak 15 sample, sebagaimana table tersebut ditas :
Besi Beton
|
Ujung 1
|
Ujung 2
|
1
|
5.00
|
5.30
|
2
|
4.00
|
3.90
|
3
|
7.00
|
6.30
|
4
|
5.00
|
5.10
|
5
|
6.50
|
6.00
|
6
|
6.00
|
5.50
|
7
|
3.00
|
3.40
|
8
|
3.75
|
2.80
|
9
|
2.40
|
3.00
|
10
|
2.80
|
4.00
|
11
|
4.20
|
3.00
|
12
|
5.50
|
6.00
|
13
|
5.00
|
4.00
|
14
|
3.00
|
4.20
|
15
|
6.00
|
7.00
|
1.
Buat diskripsi data pada data editor, simpan dg nama
Latih5
2.
Kemudian, Klik Analyze
3.
Klik Compare means
4.
Klik Paired Sample T-Test,
5.
Pindahkan variabel yang akan diuji (ujung1 dan ujung2)
ke kolom Paired Variables.
6.
Klik Options, untuk menentukan Interval konfidensi atau
data missing, seperti gambar berikut menentukan interval konvidensi sebesar 95
%
7.
Klik Continue kemudian Klik OK, sehingga keluar output
8.
Simpan dengan nama
Latih5
9.
Copy Object ke program Word
10. OUTPUT DAN ANALISA
Pada
permasalahan tersebut diatas, hipotesa yang diuji adalah sebagai berikut:
Untuk
taraf signifikan (a) sebesar 5 % maka ta/2, n-1 dari table distribusi t didapat t0,025,14
= 2.145 maka :
-0.112
< 2.145 atau dengan kata lain t hitung lebih kecil dari t table maka, tidak
dapat menolak H0 atau H0 “ sudah diterima “, artinya bahwa dugaan
peneliti bahwarata-rata kekuatan besi beton produksinya adalah identik cukup
beralasan atau signifikan.
11. Simpan
dengan nama Latih5
12. Cetak
hasilnya
PRAKTIKUM 6
ANALISA KORELASI LINIER SEDERHANA
Kasus
Sebuah pabrik
penggilingan Gabah “ CV. Tani Makmur “ ingin melihat kemampuan mesin
produksinya. Data diamati setiap jam
untuk jangka waktu 20 hari. Data pengamatan disajikan sebagai berikut :
Hari
|
Waktu
|
Hasil (Ton)
|
1
|
2.00
|
10.00
|
2
|
4.00
|
15.00
|
3
|
6.00
|
18.00
|
4
|
8.00
|
20.00
|
5
|
10.00
|
30.00
|
6
|
2.00
|
9.00
|
7
|
4.00
|
16.00
|
8
|
6.00
|
19.00
|
9
|
8.00
|
21.50
|
10
|
10.00
|
29.75
|
11
|
2.00
|
10.50
|
12
|
4.00
|
14.00
|
13
|
6.00
|
18.00
|
14
|
8.00
|
21.00
|
15
|
10.00
|
31.50
|
16
|
2.00
|
11.00
|
17
|
4.00
|
13.00
|
18
|
8.00
|
22.00
|
19
|
10.00
|
29.50
|
20
|
2.00
|
10.50
|
- Dari data pengamatan tersebut kemudian dimasukan dalam data editor SPSS, Simpan dengan nama Latih6,
- Untuk melakukan analisa klik Analyze
- Klik Correlate
- Klik Bivariate,
- Pindahkan variabel yang akan dianalisa dalam kolom Variabels dan pemilihan analisa korelasi (dalam hal ini adalah korelasi Product Moment Pearson) serta pemilihan uji dua arah atau uji satu arah
- Klik Options, apabila dikehendaki beberapa perhitungan statistik lain dalam analisa korelaasi
- Klik Continue, kemudian klik OK,
- Simpan dengan nama Latih6
- Copy Object ke program word
10 OUTPUT DAN ANALISA
Berdasarkan
perhitungan diperoleh nilai r sebesar
0,972 maka dengan mengambil Hipotesa :
Dengan
mengambil taraf signifikan (a) sebesar 5 %, maka dari table distribusi t
didapat nilai t table untuk t 0.025,18 = 2.101.
Dikarenakan
0.00 < 2.101, maha Ho ditolak.
Artinya dapat disimpulkan bahwa
tedapat korelasi yang nyata dan bersifat
positif antara variabel waktu dengan hasil produksi.
11. Simpan dengan nama Latih6
12. Cetak Hasilnya
PRAKTIKUM 7
ANALISA KORELASI RANK SPEARMAN
Kasus:
Jajak pendapat
dilakukan terhadap 15 orang responden
terhadap diberlakukanya sedang
istimewa MPR berkaitan dengan kinerja lembaga kepresidenan dengan 5 kategori
pilihan yaitu :
- Sangat setuju diberi skor 1
- Setuju diberi skor 2
- Abstain diberi skor 4
- Tidak setuju diberi skor 4
- Sangat tidak setuju diberi skor 5
Kemudian hasil pengamatan ditabelkan dan diberi skor
sebagai berikut :
Nomor Responden
|
Skor sample 1
|
Skor sample 2
|
1
|
1.00
|
4.00
|
2
|
2.00
|
3.00
|
3
|
1.00
|
4.00
|
4
|
3.00
|
5.00
|
5
|
3.00
|
1.00
|
6
|
5.00
|
2.00
|
7
|
5.00
|
3.00
|
8
|
4.00
|
4.00
|
9
|
2.00
|
5.00
|
10
|
4.00
|
5.00
|
11
|
4.00
|
1.00
|
12
|
5.00
|
2.00
|
13
|
1.00
|
1.00
|
14
|
3.00
|
2.00
|
15
|
2.00
|
3.00
|
1.
Dari data pengamatan tesebut kemudian dimasukan dalam
data editor SPSS,
2.
Simpan Latih7
3.
Untuk melakukan analisa klik Analyze
4.
Klik Correlate
5.
Klik Bivariate
6.
Pindahkan variabel yang akan dianalisa dalam kolom
Variabels dan pemilihan analisa korelasi
(dalam hal ini adalah Korelasi rank Spearman)) serta pemilihan uji dua arah
atau uji satu arah,
7.
Klik Options, apabila dikehendaki beberapa perhitungan
statistik lain dalam analisa korelaasi .
8.
Klik Continue, kemudian klik OK,
9.
Simpan dengan nama
Latih7
10. Copy
Object ke Program Word
11. OUTPUT
DAN ANALISA
Berdasarkan perhitungan SPSS, maka dapat dilihat bahwa nilai koefisien
korelasi adalah sama dengan –0.167, sehingga nilai t dapat dihitung seperti
berikut :
Dengan mengambil taraf signifikan (a) sebesar 5 %, maka dari table distribusi t
didapat nilai t table untuk t 0.025,13 = 2.160
Dikarenakan –0.167 < 2.160, maka Ho tidak dapat ditolak. Artinya dapat
disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang nyata antara sample datda sat
dengan sample data yang kedua.
Atau dengan menggunakan table spearman, diperoleh ni;ai ro sebesar
–0.167, dan dengan mengambil taraf signifikan sebesar 5% diperoleh rs = ro.025,15 = 0.5179.
Dikarenakan –0.167 < 0.5179, maka Ho tidak dapat ditolak. Artinya
dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang nyata antara sample datda
sat dengan sample data yang kedua.
- Simpan dengan nama Latih7
- Cetak hasilnya
PRAKTIKUM 8
ANALISA KORELASI TAU KENDALL
Kasus:
Seorang peneliti
ingin mengatahui antara kepribadian dan kemampuan manajemen seorang untuk
memimpin sebuah organisasi. Data diambil
dari 20 responden dan disusun berdasarkan peringkat untuk masing-masing
pengamatan sebagaimana table berikut :
Nomor
Responden
|
Kepribadian
|
Kemampuan
Manajemen
|
|
1
|
1
|
2
|
|
2
|
10
|
8
|
|
3
|
2
|
13
|
|
4
|
11
|
20
|
|
5
|
9
|
9
|
|
6
|
3
|
14
|
|
7
|
20
|
1
|
|
8
|
16
|
19
|
|
9
|
8
|
10
|
|
10
|
19
|
18
|
|
11
|
17
|
3
|
|
12
|
15
|
15
|
|
13
|
6
|
7
|
|
14
|
14
|
11
|
|
15
|
7
|
17
|
|
16
|
5
|
4
|
|
17
|
18
|
16
|
|
18
|
13
|
6
|
|
19
|
12
|
12
|
|
20
|
4
|
5
|
|
1.
Dari data pengamatan tesebut kemudian dimasukan dalam
data editor SPSS,
2.
Simpan dengan nama Latih 8
3.
Untuk melakukan analisa klik Analyze
4.
Klik Correlate
5.
Klik Bivariate.
6.
Pindahkan variabel yang akan dianalisa dalam kolom
Variabels dan pemilihan analisa korelasi
(dalam hal ini adalah Korelasi Kendall Tau-b) serta pemilihan uji dua arah atau
uji satu arah.
7.
Klik Options, apabila dikehendaki beberapa perhitungan
statistik lain dalam analisa korelaasi .
8.
Klik Continue, kemudian klik OK, .
9.
Simpan dengan nama Latih 8
10. Copy
Object ke Program Word
11. OUTPUT
DAN ANALISA
Berdasarkan perhitungan SPSS, maka dapat dilihat bahwa nilai koefisien
korelasi atau nilai t
hitung sebesar 0 .168.
Dengan mengambil taraf
signifikan (a) sebesar 5 %, maka dari
table t didapat nilai untuk t0.025,20 =
0.421.
Dikarenakan –0.168 < 0.421, maka Ho tidak dapat ditolak. Artinya dapat
disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang nyata antara kepribadian dengan
kemampuan manajemen.
12. Simpan
dengan nama Latih 8
13. Cetak
Hasilnya
PRAKTIKUM 9
ANALISA REGRESI LINIER SEDERHANA
Kasus:
Seorang peneliti
ingin melihat pengaruh antara temperatur proses proses produksi terhadap
produksi yang dihasilkan disebuah pabrik pemuat keramik PT Kileng Terus.
Hasil data
pengamatan terhadap 10 kali pengamatan diperoleh sebagaimana table berikut :
Nomor
|
Temperatur
(°c)
(X)
|
Hasil
(Y)
|
1.00
|
100.00
|
46.00
|
2.00
|
110.00
|
52.00
|
3.00
|
120.00
|
56.00
|
4.00
|
130.00
|
63.00
|
5.00
|
140.00
|
69.00
|
6.00
|
150.00
|
71.00
|
7.00
|
160.00
|
76.00
|
8.00
|
170.00
|
80.00
|
9.00
|
180.00
|
87.00
|
10.00
|
190.00
|
90.00
|
1.
Dari data pengamatan tesebut kemudian dimasukan dalam
data editor SPSS,
2.
Simpan dengan nama Latih 9
3.
Untuk melakukan analisa klik Analyze
4.
Klik Regression
5.
Klik Linier.
6.
Pindahkan variabel Hasil dalam kolom Dependent sebagai
variabel terikat dan variabel tempratur ke kolom Independent sebagai variabel
bebas.
7.
Klik Statistik, untuk menentukan uji tambahan.
8.
Klik Plot, untuk membuat visualisasi keluaran .
9.
Klik Save jika diinginkan menyimpan beberapa hasil
prosedur uji,
10. Klik
Options, apabila dikehendaki beberapa perhitungan statistik lain dalam analisa
regresi .
11. Klik
Continue, kemudian klik OK
12. Simpan
dengan nama Latih 9
13. Copy
Object ke Program Word
14. Output
dan Analisa
Berdasarkan
perhitungan maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis nyata tidaknya model regresi linier dengan mengambil
Hipotesa :
Sehingga diperoleh nilai Fo berdasarkan hasil perhitungan
SPSS sebesar 1209.030.
Dengan mengambil taraf
signifikan (a) sebesar 5 %, maka dari
table distribusi F didapat nilai F table untuk F0.05,1,8 =
5.32.
Dikarenakan 1209.030 > 5.32. maka Ho ditolak. Artinya dapat
disimpulkan bahwa terdapat hubungan
secara linier antara temperatur dengan hasil produksi.
Sedangkan untuk pengujian keberartian koefisien regresi dapat dilakukan
sebagai berikut ini:

Dan mengambil taraf signifikan sebesar 5 % maka nilai t tanle t0.025,8
= 2.306, sehingga :
Dikarenakan –0.961 <
2.306, maka tidak dapat menolak Ho atau
dengan kata lain konstanta tidak
berpengaruh.

Dan mengambil taraf signifikasi sebesar 5 % maka nilai t table atau t0.025.8
= 2.306, sehingga:
Dikarenakan 34.771 < 2.306, maka tidak menolak Ho atau dengan kata
lain temperatur berpengaruh terhadap hasil produksi.
15. Simpan
dengan nama Latih 9
16. Cetak
Hasilnya
PRAKTIKUM 10
ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA
Kasus:
Sebuah industri pembuatan
alat-alat berat, ingin mengetahui hubungan antara waktu yang diperlukan oleh
karyawan terhadap penggunaan barang dengan jarak penggerak dan berat barang tersebut. Hasil pengamatan
dicatat selama 15 pengamatan sebagai mana table data berikut ini :
Waktu
dalam detik
(y)
|
Jarak
dalam meter
(x1)
|
Berat
dalam Kg
(x2)
|
2.03
|
1.12
|
0.5
|
3.20
|
2.00
|
0.6
|
2.40
|
1.3
|
0.45
|
1.95
|
1.2
|
0.75
|
2.0
|
1.1
|
0.65
|
2.1
|
1.1
|
0.5
|
2.5
|
1.6
|
0.56
|
2.9
|
1.82
|
0.7
|
2.6
|
1.4
|
1.01
|
1.9
|
1.2
|
1.2
|
2.7
|
1.8
|
1.1
|
2.4
|
1.5
|
0.9
|
2.25
|
1.3
|
0.6
|
2.7
|
1.67
|
1.2
|
2.65
|
1.75
|
1.1
|
1.
Dari data pengamatan tesebut kemudian dimasukan dalam
data editor SPSS,
2.
Simpan dengan nama Latih 10
3.
Untuk melakukan analisa klik Analyze
4.
Klik Regression
5.
Klik Linier,
6.
Pindahkan variabel waktu dalam detik yang akan
dianalisa dalam kolom Dependent sebagai variabel terikat dan variabel jarak dan
berat ke kolom Independent sebagai variabel bebas.
7.
Klik Statistik, untuk menentukan uji tambahan seperti .
8.
Klik Plot, untuk membuat visualisasi keluaran .
9.
Klik Save jika diinginkan menyimpan beberapa hasil
prosedur uji, .
10. Klik
Options, apabila dikehendaki beberapa perhitungan statistik lain dalam analisa
regresi .
11. .Klik
Continue, kemudian klik OK
12. Simpan
dengan nama Latih 10
13. Copy
Object ke Program Word
14. Output
dan Analisa
Dari hasil
perhitungan akan dilakukan analisa terhadap keberartian masing-masing koefisien
regresi dan kebernyataan regresi.
Analisa koefisien Regresi

Dan mengambil taraf signifikan sebesar 5 % maka nilai t table t0.025,13
= 2.160, sehingga :
Dikarenakan 4.306 < 2.160, maka tidak dapat menolak Ho atau dengan kata
lain konstanta berpengaruh terhadap model regresi

Dan mengambil taraf signifikan sebesar 5 % maka nilai t table t0.025,13
= 2.160, sehingga :
Dikarenakan 10.621 <
2.160, maka tidak dapat menolak Ho atau
dengan kata lain jarrak berpengaruh terhadap waktu.

Dan mengambil taraf signifikan sebesar 5 % maka nilai t table t0.025,13
= 2.160, sehingga :
Dikarenakan -1,696 < 2.160, maka tidak dapat menolak Ho atau dengan kata
lain berat tidak berpengaruh terhadap waktu , sehingga variabel
berat dapat diabaikan.
Berdasarkan
perhitungan maka langkah selanjutnya adalah adalah melakukan uji hipotesis
nyata tidaknya model regresi linier
Sehingga
diperoleh nilai Fo berdasarkan hasil perhitungan SPSS sebesar 57.744
15. Simpan
dengan nama Latih 10
16. Cetak
hasilnya
PRAKTIKUM 11
ANALISA REGRESI NON LINIER
Kasus:
Seorang
peneliti ingin mengetahui hubungan yang
terjadi dari suatu suplai bahan minimum ringan terhadap suatu café. Data yang
diambil adalah banyaknya jum lah gallon
dalam satu minggu yang mampu dihabiskan
oleh sebuah dispensar, data disajikan sebagai berikut :
Dispenser
|
Gallon
|
.00
|
508.10
|
.00
|
498.40
|
1.00
|
568.20
|
1.00
|
577.30
|
2.00
|
651.70
|
2.00
|
657.00
|
4.00
|
755.30
|
4.00
|
758.90
|
5.00
|
652.00
|
5.00
|
572.30
|
6.00
|
570.00
|
6.00
|
499.80
|
7.00
|
502.50
|
7.00
|
503.50
|
1.
Dari data pengamatan tesebut kemudian dimasukan dalam
data editor SPSS,
2.
Simpan dengan nama Latih 11
3.
Sebelum dilakukan pengujian terhadap model, ada baiknya
dilakukan prosedur visualisasi grafik, sehingga dapat digunakan sebagai dugaan
awal model regresi yang paling sesuai dengan cara klik Graphs.
4.
Untuk melakukan analisa klik Scatter, pilih simple lalu klik define
5.
Masukann data jumlah galon pada kolom Y Axis dan nomor dispencer pada
kolom X Axis, lalu klik OK
6.
Klik Analyze.
7.
Klik Regression
8.
Klik Linier,
9.
Pindahkan variabel yang akan dianalisa (jumlah Galon)
dalam kolom Dependent sebagai variabel terikat dan Var Nomor Dispencer pada
kolom Independent sebagai variabel bebas
10. Klik
Statistik, untuk menentukan uji tambahan .
11. Klik
Plot, untuk membuat visualisasi keluaran .
12. Klik
Save jika diinginkan menyimpan beberapa hasil prosedur uji,
13. Klik
Options, apabila dikehendaki beberapa perhitungan statistik lain dalam analisa
regresi .
14. Klik
Continue, kemudian klik OK,
15. Output
dan Analisa
Berdasarkan perhitungan maka
langkah selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis nyata tidaknya model regresi
linier dengan mengambil hipotesa:
Sehingga diperoleh nilai F berdasarkan hasil perhitungan SPSS sebesar
0.031.
Dengan mengambil taraf signifikan (a)
sebesar 5 % maka dari table distribusi F didapat nilai F table untuk F0.05,1, 12
= 0.175
Dikarenakan tidak terdapat hubungan linier , maka hubungan antara
variabel tersesbut adalah non linier, dalam hal ini akan didekati dulu dengan
model regresi polynomial berderajat dua. Sebenarnya dari visualisasi grafik
scatterplot dapat dilihat bahwa model
linier sangat tidak mungkin terjadi dikarenakan model visualisasi terlihat
dengan jelas membentuk suatu
kurva. Dan secara umum regresi polynomial seringkali digunakan jika responnya adalah curvelinier.
Oleh karena itu langkah selanjutnya adalah melakukan transpormasi model,
dengan mengkuadratkan langkah-langkah sebagai berikut ini:
- Klik Transform
- Klik Compute.
- Pada kolom Target Variabel ketik Dispenser2 , kemudian pada Numeric Expresion ketik dispencer*dispencer
- Klik OK.
- Dilakukan pengujian ulang regresi, dengan mengikuti langkah-langkah pada pengujian model regresi pertama
Dari tabel ANOVA terlihat bahwa untuk nilai Fo berdasarkan hasil perhitungan
SPSS sebesar 0.957.
Dengan mengambil taraf signifikan (a) sebesar 5% mkak dari table
distribusi F didapat nilai F table untuk
F0.05,2,12
= 3,89.
Dikarenakan 0.957 > 3.89, maka Ho ditolak. Artinya dapat disimpulkan
bahwa terdapat hubungan secara kuadratik antara galllon dengan dispenser.
Dalam regresi polynomial, untuk menentukan apakah model kuadratik sudah
cukup atau belum maka proses transpormasi dilanjutkan untuk polynomial
berderajat tiga atau model kubik.
Langkah yang
dilakukan adalah sebagai berikut:
1.
Klik Transform
2.
Klik Compute
3.
Pada kolom Target Variabel ketik Dispenser3 , kemudian
pada Numeric Expresion ketik dispencer*dispencer*dispencer
4.
Klik OK,
5.
Dilakukan pengujian ulang regresi, dengan mengikuti
langkah-langkah pada pengujian model regresi pertama
Dari tabel ANOVA terlihat bahwa untuk nilai Fo berdasarkan hasil perhitungan
SPSS sebesar 2.093
Dengan mengambil taraf signifikan (a) sebesar 5% maka dari table
distribusi F didapat nilai F table untuk
F0.05,3,12
= 3,49.
Dikarenakan 2.093 > 3.49, maka Ho ditolak. Artinya dapat disimpulkan
bahwa terdapat hubungan secara kubik antara galllon dengan dispenser.
Dalam regresi polynomial, untuk menentukan apakah model kuadratik sudah
cukup atau belum maka proses transpormasi dilanjutkan untuk polynomial
berderajat tiga atau model kubik.
Dikarenakan model polynomial masih menunjukan tingkat signifikan, maka
dilanjutkan lagi transpormasi untuk polynomial berderajat empat, Apabila masih menunjukan adanya
signifikasi maka transformasi
dilanjutkan untuk polynomial berderajat lima . Hal ini dilakukan secara terus-menerus
sampai didapatkan suatu keadaan yang
tidak signisikansinya suatu model polynomial, sehingga proses transformasi
dapat berhenti.
Jika dalam suatu kasus
signifikansinya model polynomial terjadi secara terus-menerus, maka dapat
dilakukan upaya mencari model non linier lain yang paling sesuai, hal ini dapat
pula didekati dengan menggunakan visualisasi grafik dengan menggunakan metode
scatterplot.
16. Simpan
dengan nama Latih 11
17. Copy
Object ke Program Word
18. Buat
laporan analisanya
19. Simpan
dengan nama Latih11
20. Cetak
hasilnya